Dinas Perhubungan merancang tata cara lalu lintas baru guna mengantisipasi penumpukan kendaraan di kawasan tanjakan tajam dan berbelok tajam. Kebijakan pengaturan kelok ini difokuskan pada pemisahan lajur kendaraan berat dan kendaraan pribadi saat melintasi jalur wisata menuju Bukittinggi. Pemasangan cermin tikungan tambahan dan pembatas jalan baru dilakukan pada titik-titik buta guna meningkatkan jangkauan pandangan para pengemudi. Langkah proaktif ini diambil untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan mogok atau gagal menanjak di medan yang terjal.
Petugas lapangan ditempatkan secara bergiliran pada jam-jam sibuk guna mengatur ketertiban lajur dan mencegah pengemudi saling mendahului secara berbahaya. Rekayasa arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup siap diberlakukan apabila volume kendaraan mengalami lonjakan drastis pada akhir pekan. Kehadiran petugas di lokasi rawan ini efektif menekan tingkat pelanggaran marka jalan yang sering menjadi penyebab utama terjadinya kemacetan panjang. Kedisiplinan para pengguna jalan saat melintasi tanjakan beruntun menjadi faktor penentu keselamatan perjalanan bersama.
Kondisi jalanan yang mulus disertai pemandangan alam yang indah sering kali membuat para wisatawan kurang waspada terhadap bahaya kecuraman jalan raya. Papan imbauan penggunaan gigi rendah saat melintas tanjakan dan turunan curam telah dipasang di sepanjang jalur strategis tersebut. Pengemudi diminta untuk memeriksa kelayakan sistem rem serta kondisi ban sebelum memasuki kawasan jalan pegunungan yang penuh tantangan teknis. Imbauan keselamatan ini diberikan secara terus-menerus demi menjaga keamanan para wisatawan yang tengah menikmati masa liburan.
Sinergi dengan warga lokal juga dibentuk melalui penyediaan kantong parkir darurat dan layanan pendorong kendaraan jika terjadi kendala teknis di lapangan. Fasilitas bengkel darurat dan mobil derek disiagakan tidak jauh dari lokasi kelok agar penanganan kendaraan rusak dapat dilakukan dengan cepat. Ketersediaan sarana pendukung ini mencegah terjadinya sumbatan arus lalu lintas yang dapat mengular hingga ke jalur utama antarkota. Fasilitas publik yang responsif ini mendapat apresiasi positif dari para pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Penerapan skema kelancaran lalu lintas di area pegunungan ini terbukti efektif menjaga kenyamanan alur mobilitas kendaraan wisatawan yang menuju tempat rekreasi. Skema pengaturan kelok secara konsisten terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas harian di jalur terjal tersebut secara nyata. Evaluasi kondisi jalan dan kecukupan rambu petunjuk akan terus dilakukan secara berkala guna meningkatkan kualitas keselamatan jalan raya. Komitmen pengawasan pada pengaturan kelok akan terus dijaga demi mewujudkan iklim pariwisata daerah yang aman dan menyenangkan.